Peran E-Commerce dalam Mendorong Ekonomi, Ramadan Jadi Momentum Kenaikan Pendapatan

Indonesia termasuk salah satu dari 10 pendapatan terbesar di  pasar e-commerce di dunia. Berdasarkan data dari MobiLoud (2026), Indonesia berada di peringkat ke-8 dunia  dengan estimasi nilai revenue mencapai sekitar US$94 miliar dalam satu tahun. Di tiga terbesar terdapat Chinna $3.45 triliun, United States $1.38 triliun dan United Kingdom $195 miliar. Ini mencerminkan tingginya aktivitas belanja online masyarakat dan besarnya kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, momentum Ramadan turut memperkuat peran e-commerce dalam meningkatkan perputaran ekonomi. Data dari SIRCLO (2025) mencatat bahwa rata-rata jumlah transaksi belanja online meningkat sekitar 76,5% selama bulan Ramadan dibandingkan periode biasa. Jika melihat tren pada rentang tahun 2021–2023 dimana pertumbuhan transaksi Ramadan tercatat sekitar 62,5% (katadata 2025), maka terjadi peningkatan yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan pola waktu belanja juga menjadi ciri khas Ramadan, mengikuti waktu beribadah dan waktu luang selama puasa. Jam Sahur (Pukul 02.00 – 04.00 WIB) adalah waktu paling populer, dimana masyarakat berbelanja sambil menunggu atau setelah makan sahur.. Waktu belanja populer berikutnya adalah menjelang berbuka puasa “Ngabuburit” (Pukul 16.00 – 18.00 WIB) dimana orang-orang bersantai menunggu buka puasa. Waktu populer berikutnya adalah setelah Tarawih/Malam Hari (Pukul 20.00 – 23.00 WIB) dimana orang-orang mulai bersantai di malam hari. 

Dari sisi kategori produk terjadi lonjakan permintaan pada makanan dan minuman, fashion muslim, produk kecantikan, serta hampers atau parcel Lebaran. Produk-produk ini dibeli bukan hanya untuk kebutuhan selama ramadan, namun juga persiapan lebaran. ini tidak hanya meningkatkan omzet marketplace besar, tetapi juga mendorong pendapatan UMKM dan pelaku usaha lokal. 

Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia adalah tiga tempat favorit belanja online. Selama Ramadan, mereka mencoba semakin mendorong konsumsi online masyarakat dengan melakukan promo besar seperti gratis ongkir, flash sale, kode voucher spesial ramadan, casback, buy 1 Get 1, Bundling dan Giveaway.

Ramadan bukan hanya menjadi momen peningkatan konsumsi, tetapi juga periode penting bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Lonjakan transaksi serta dominasi platform seperti Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia menunjukkan bahwa e-commerce telah menjadi bagian utama dalam aktivitas belanja masyarakat dan ini mempertegas bahwa sektor digital memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi nasional, khususnya pada momentum musiman seperti Ramadan.